Kajian Sains: Mengapa Anjing dan Babi Diharamkan dalam Islam


 Islam bukan hanya mengatur hukum berdasarkan keyakinan, tetapi juga memiliki hikmah ilmiah di balik setiap perintah dan larangan. Dalam hal ini, pengharaman anjing dan babi dalam Islam memiliki dasar ilmiah yang berhubungan dengan kesehatan, kebersihan, dan dampak negatif bagi manusia.

1. Kajian Sains tentang Babi


Babi diharamkan dalam Islam berdasarkan beberapa ayat Al-Qur’an, seperti Surah Al-Baqarah (2:173) dan Surah Al-An’am (6:145), yang menyebutkan bahwa babi adalah “rijs” (najis).


Secara ilmiah, beberapa alasan mengapa daging babi berbahaya adalah:


1.1. Daging Babi Mengandung Banyak Parasit dan Virus


Babi dikenal sebagai hewan yang membawa banyak penyakit berbahaya bagi manusia, termasuk:

 • Cacing Pita (Taenia solium):

 • Bisa masuk ke otak dan menyebabkan penyakit neurocysticercosis, yang berisiko menyebabkan epilepsi dan gangguan saraf.

 • Trichinella spiralis (cacing gelang):

 • Bisa menyebabkan trikinosis, yang menyerang otot, jantung, dan sistem saraf manusia.

 • Hepatitis E (HEV):

 • Virus ini bisa menyebabkan penyakit hati kronis yang fatal, terutama bagi orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah.


1.2. Kandungan Lemak dan Kolesterol yang Tinggi

 • Daging babi memiliki lemak jenuh yang tinggi, yang meningkatkan risiko penyakit jantung, obesitas, dan tekanan darah tinggi.

 • Babi juga memiliki tingkat pertumbuhan yang sangat cepat, sehingga jaringan dagingnya lebih rentan terhadap toksin dan zat berbahaya.


1.3. Kebiasaan Kotor Babi

 • Babi memakan kotorannya sendiri serta bangkai hewan lain, menjadikannya rentan terhadap infeksi bakteri dan virus.

 • Babi memiliki sistem pencernaan yang cepat (sekitar 4 jam), sehingga racun dalam makanannya tidak tersaring dengan baik, berbeda dengan sapi yang memiliki sistem pencernaan lebih lama (sekitar 24 jam).



2. Kajian Sains tentang Anjing


Dalam Islam, anjing dianggap sebagai najis mughallazah (najis berat), terutama air liurnya. Ini berdasarkan hadis Rasulullah ﷺ:

“Jika anjing menjilat bejana salah seorang di antara kalian, maka cucilah tujuh kali, salah satunya dengan tanah.” (HR. Muslim)


Secara ilmiah, ada beberapa alasan mengapa anjing tidak disarankan untuk dikonsumsi atau dipelihara tanpa keperluan:


2.1. Anjing Membawa Banyak Penyakit Berbahaya


Beberapa penyakit yang bisa ditularkan dari anjing ke manusia (zoonosis) antara lain:

 • Rabies

 • Penyakit ini menyerang sistem saraf dan dapat menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani.

 • Bakteri Pasteurella, Salmonella, dan E. coli

 • Bisa menyebabkan infeksi perut dan gangguan pencernaan pada manusia.

 • Toxocariasis

 • Disebabkan oleh cacing yang bisa menyebabkan kerusakan hati, paru-paru, mata, dan otak.


2.2. Air Liur Anjing Mengandung Banyak Kuman

 • Penelitian menunjukkan bahwa air liur anjing mengandung lebih dari 600 jenis bakteri.

 • Karena itu, Islam mewajibkan mencuci bejana yang terkena air liur anjing sebanyak tujuh kali, salah satunya dengan tanah, karena tanah memiliki sifat antibakteri alami.


2.3. Risiko Psikologis dan Kebersihan

 • Rumah yang dipelihara anjing cenderung lebih kotor dan berisiko menimbulkan alergi, terutama bagi anak-anak.

 • Rasulullah ﷺ juga bersabda bahwa malaikat tidak masuk ke rumah yang ada anjing, yang secara spiritual menunjukkan bahwa kebersihan dan ketenangan rumah bisa terganggu.


Tiada ulasan:

Catat Ulasan